Bekasi – Nama Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi periode 2025-2030, kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya disebut-sebut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam, 18 Desember 2025. Meski demikian, hingga saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait status hukum final dari Ade Kuswara Kunang (19/12/25).
Namun siapa sangka politisi muda ini memiliki citra postifi dari profil yang menarik, berikut ulasan profil nya.
Ade Kuswara Kunang dikenal sebagai salah satu kepala daerah termuda di Indonesia. Lahir pada 15 Agustus 1993 di Kabupaten Bekasi, ia meniti pendidikan hingga memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Presiden. Karier politiknya berangkat dari aktivitas kaderisasi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebelum akhirnya memenangkan Pilkada Bekasi dan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Sebagai bupati muda, Ade sering dianggap membawa gaya kepemimpinan baru yang lebih responsif dan berbasis data. Ia menaruh perhatian pada modernisasi pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Bekasi, yang merupakan kawasan industri dan urban terbesar di Jawa Barat.
Pada 18 Desember 2025, sejumlah media nasional melaporkan bahwa KPK melakukan operasi di wilayah Kabupaten Bekasi dan menangkap beberapa orang, termasuk Ade Kuswara Kunang. Ruang kerja Bupati Bekasi juga dilaporkan telah disegel penyidik sebagai bagian dari proses pemeriksaan awal.
KPK melalui juru bicara menyampaikan bahwa pihak-pihak yang terjaring sedang menjalani pendalaman kasus, namun belum mengumumkan secara terbuka jenis perkara maupun pasal yang terkait. Pemeriksaan masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan bupati dalam OTT tersebut. Publik saat ini masih menunggu penjelasan lengkap dari KPK, termasuk perkembangan lanjutan mengenai status hukum Ade Kuswara Kunang.
Sebagai tokoh muda yang sebelumnya digadang-gadang membawa semangat reformasi birokrasi, kabar OTT ini memicu perhatian luas di tingkat daerah maupun nasional. Transparansi dan klarifikasi dari aparat penegak hukum menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.








